Alcohol only can make you forget your problem, it just your heart can do it — Anz
Namo Buddhaya.
Kembali lagi dengan Buddhistlr para pembaca.
Topik malam ini akan membahas, siapakah Buddha itu?
Sebelum menjawab pertanyaan ini, dari sudut pandang admin. Agama Buddha adalah agama yang sangatlah logis, berpatut pada pengetahuan dan kebenaran yang sempurna. Itulah salah satu kunci utama admin mengagumi ajaran Buddha yang telah eksis ribuan tahun.
Buddha sendiri berarti Orang yang Tersadarkan. Melalui Buddhistlr, Buddha bukan merupakan sosok. Tapi lebih ke suatu kondisi yang nyata dan riil untuk seseorang. Dimana salah satu Buddha yang kita kenal adalah Siddhartha Gautama, salah satu guru agung dalam agama Buddha.
Jadi yang bisa menjadi Buddha itu siapa aja? Kita. Ya, kita bisa menjadi Buddha apabila kita sudah terbebas dari yang disebut sebagai penderitaan manusiawi. Dan kita sudah bisa sadar, dan hidup bebas dari kemelakatan yang merupakan kelemahan manusia.
Bagaimana menurut pendapat para pembaca? Bagaimana jalan untuk mencapai “Buddha” ? Itu semua kembali ke pribadi masing-masing pembaca. :-)
Namo Buddhaya
Namo Buddhaya,
Post singkat kali ini akan membahas tentang beberapa tokoh yang ternyata menganut / mempraktikkan agama Buddha dari seluruh dunia.
Bilamana kita tau, agama Buddha lagi maraknya mulai berkembang di Eropa. Dan ada juga beberapa individu yang mempraktikkan agama Buddha tanpa meng-label-kan dirinya sebagai Buddhist.
Kira-kira siapa aja tokoh yang ternyata menganut & mempraktikkan agama Buddha? Mari disimak :
1. Steve Jobs
Siapa yang gak kenal sama tokoh yang satu ini. Ya, salah seorang pendiri perusahaan Apple yang terkenal dengan iPod-iPad ini mempraktikkan agama Buddha. Ia pun sedikit meng-share pengalamannya sebagai Buddhist melalui buku biografinya.
Ia mulai menganut agama Buddha ketika ia muda, dan mempraktikkan ajaran Zen (salah satu ajaran Buddhist). Ia bahkan pernah pergi ke India, untuk mencari guru spiritual disana. Ia menetap untuk beberapa bulan dan berkelana ke beberapa daerah di India untuk mencari guru yang cocok.
Sedikit catatan juga, Steve Jobs adalah seorang vegetarian !
2. Mick Jagger
Penyanyi Rolling Stones ini mengikuti ajaran Buddha dan mempraktikkan meditasi setiap harinya
3. Steven Seagal
Artis bela diri ini memang dikenal sangat tertarik dengan budaya Asia. Bintang laga ini pun menganut agama Buddha juga
4. Richard Gere
Artis senior yang dikenal melalui film Pretty Woman ini memang telah lama menganut agama Buddha. Keluarganya pun juga demikian. Richard Gere dikenal sering berkunjung ke Nepal dan India untuk melatih spiritualismenya.
Tidak ketinggalan, ia juga pernah ke Candi Borobudur untuk melihat salah satu peninggalan agama Buddha yang terkenal.
Demikian post kali ini. Masih banyak tokoh yang mempraktikkan agama Buddha yang belum dibahas. Lalu kenapa sih admin membuat post ini? Post ini dibuat agar memajukkan motivasi dalam mempraktikkan ajaran Buddha. Kan rasanya lebih semangat kalo ternyata idola kita mempraktikkan hal yang sama seperti kita.
Terima kasih telah membaca!
Namo Buddhaya!
Apa pentingnya mindfulness?
Namo Buddhaya pembaca!
Kembali lagi sama penulis, sekarang penulis akan sharing tentang salah satu aspek yg ngebuat agama Buddha menurut penulis itu menarik. Mindfulness.
Kenapa menarik? Hal ini sebenarnya adalah bagian dari Dhamma. Suatu hal yang membuat kita bisa hidup berbahagia di dunia ini.
Apa sih artinya? Mindfulness itu artinya “Dengan Penuh Pikiran”. Ya, arti luasnya berarti bertindak dengan penuh perhatian, dan pemikiran.
Kita adalah mahluk hidup yang beruntung! Kenapa? Kita lahir lengkap dengan pikiran, itu yang ngebedin kita sama mahluk hidup lain.
Kita bisa bertindak, maju, dan berpikir berkat anugerah yang besar itu! Demikian dalam hidup. Kita bisa mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran kita, diproses melalui pemikiran yang mendalam, terwujud melalui tindakan.
Nah, kita melalui tindakan seringkali hanya dengan pemikiran sempit. Sehingga bisa menimbulkan konflik yang ribet dan panjang.
Untuk menghindari itu kita harus berpikir sebelum bertindak, bukan sebaliknya. Nah itulah hal yang membuat “Mindfulness” berarti.
Tidak salahnya kita terapkan hidup dengan kesadaran (consciousness), agar kita sendiri juga bisa hidup lebih positif!
Demikian post kali ini. Penulis harap post kali ini bisa membawa banyak inspirasi membaca!
Be Mindful!
Namo Buddhaya!
Kesombongan dan sikap arogan bisa membawa kehancuran, kerendahan hati dan sikap baik bisa membawa kebangkitan. — Anz

Namo Buddhaya pembaca!
Terima kasih karena sudah nyisain sedikit waktu untuk membaca post kali ini. Tema dari sharing kali ini adalah salah satu topik yang lagi hangat di Indonesia. Penulis akan membahas satu sosok yang sangat Kontroversional, Lady Gaga.
Seluruh media lagi sering-seringnya membahas satu artis internasional ini dan konsernya yang akan digelar sebentar lagi di Jakarta. Kenapa sih sangat heboh? Karena banyaknya tentangan dan kecaman dari berbagai lembaga masyarakat yang menolak kedatangan Lady Gaga.
Penulis akan sharing sedikit apa yang jadi jawaban kalo ditanya, “Setuju gak sama konser Lady Gaga?”
Penulis sendiri sebenarnya cukup ngefans sama Lady Gaga. Tapi kalo ditanya dengan pertanyaan diatas. Duh, susah banget jawabannya. Oleh karena itu “Relatif, dan tergantung kondisi” itu selalu jadi jawaban kalo ditanya sama temen. Dan biasanya akan ada yang balik bertanya, “Loh? Bukannya lu ngefans kok gak ngedukung?”
Awalnya penulis sangat ngedukung, bener-bener ngedukung (niatnya ikut nonton, tapi terhalang). Tapi makin lama makin dipikirkan, dan melihat kondisi yang lagi terjadi itu membuat ribuan pikiran melintas di otak ini. Dan akhirnya sampailah ke konklusi final.
Banyak tentangan dan kecaman itu gak ngurangin dukungan saya dengan konser ini. Tapi dari berbagai buku Buddhis yang saya baca. Dan hasil akhirnya saya memasuki zona Netral (sedikit pro ke mendukung). Kenapa? Apa alasannya?
Kutipan dan kata-kata Buddhist banyak menginspirasi saya. Kita hidup di dunia ini kan tidak hanya kita sendiri, banyak pikiran dan pandangan yang beda di dunia ini (khususnya Indonesia, negeri beribu budaya). Makanya dari banyak perbedaan itu timbulah konflik, tapi juga keseimbangan.
Buddha selalu mengajarkan kita, hidup dengan penuh consciousness a.k.a kesadaran. Itu harus kita highlight untuk menghadapi berbagai problema. Kita tidak bisa cuman ambil kesimpulan atas apa yang ada di pikiran kita, tapi kita harus bisa cerdik dalam melihat kondisi di lapangan.
Baik? Buruk? Itu kita gak bisa sembarangan menjawab. Jawabannya itu susah banget untuk kita ambil. Kita harus bisa melihat fakta dan kebenaran. Tentu saja, kita gak bisa menyuarakan suatu jawaban tanpa melihat apa yang sebenarnya. Kondisi itu berarti adalah kebodohan.
Dalam buku Berkah Utama yang pernah penulis baca, banyak hal yang itu emang bener, dan kenapa gak kita coba praktekin, iya gak? Meski gak hafal semuanya tapi ada satu berkah yang bilang kita harus
Pintar Bergaul, Jauhi yang Bodoh dan bergaul dengan yang bijaksana.
Wah, itu bener-bener top quotesnya.
Lalu maksud penulis kalo pendukung Lady Gaga itu bodoh? TIDAK. Penulis malah sedikit mendukung para Little Monster (Sebutan untuk fans Lady Gaga). Karena mereka kan lahir dengan hak mereka, mereka ingin melihat dan bertemu dengan idola mereka, kenapa enggak?
Jadi yang dimaksud penulis bodoh itu para penolak Lady Gaga ? TIDAK juga. Karena mereka juga punya alasan kenapa, mereka punya komitmen yang tinggi terhadap agama dan budaya mereka. Jadi mereka juga punya offensive dalam hal ini.
Penulis gak konsisten dong? Eits, tunggu dulu. Penulis sering bilang kalau kita harus pintar dalam menyikapi suatu problem, conscious. Kesimpulan jawaban itu mengarahkan kita ke satu hal yang sangat penting. Baik? Buruk? Siapa yang tahu? Itulah mengapa kita harus menghentikan satu hal yang sedang sering-seringnya terjadi.
Demo dengan berlebihan, menghina, sampai anarkis. Penulis cukup sedih kalo ngeliat banyak orang yang berdemo untuk menolak sambil membawa tulisan-tulisan “LADY GAGA ADALAH PEMUJA SETAN”, “LADY GAGA MUNAFIK”. Kenapa ya sampai ada orang bisa membuat tulisan seperti itu?
Ketidaktahuan, itu jawaban yang paling tepat menurut penulis. Karena masyarakat umumnya minim pengetahuan dan informasi mengenai Lady Gaga. Rumor, gossip itu penyebab utama. Banyaknya hal-hal negatif tentang Lady Gaga yang berhembus itu membuat banyaknya hal-hal ini.
Emang kalo kita liat, Lady Gaga ada aja dan terkesan kontroversi. Tapi melalui sedikit takaran seni yang penulis punya, penulis anggap itu normal kok. Karena kita kan berbeda dengan seniman yang udah tinggi jam terbangnya, otomatis hal yang mereka anggap keren, kita anggap aneh.
Dibalik hal-hal negatif, kita harus bisa tarik hal positif (tentu saja!) . Jadi meski kita hidup dari yin-yang (negatif-positif) kita harus bisa hidup se-positif mungkin. Nonton Lady Gaga, why not? Gak setuju sama Lady Gaga, why not? Jadi kita yah kalau bisa menolak dengan cara yang sopan dan wajarlah.
Membawa alasan agama itu boleh, tapi kalo sampe membawa kericuhan, demo besar, anarkis. Kenapa? Emang lembaga agama hanya situ aja? Dan kalo dengan alasan agama sampai ricuh, anarkis. Emang agama anda mengajarkan demikian? Penulis yakin dan percaya kalau semua agama itu baik, tanpa ada titik-koma.
Justru kalau dengan alasan agama, mestinya aksi penolakan tidak sampai demikian. Lebih Damai, dan Hati-hati, itu wajib. Kan gak semua pihak dan lembaga agama menolak, pasti ada pro-kontra. Jadi mari tolak dengan minus emosi dan menukar pikiran itu juga perlu!
Dan terakhir. Bagi pendukung Lady Gaga, jangan takut dan marah (apalagi sampai menghina) kepada yang menolak. Perasaan negatif pasti ada, tapi tuangkanlah seminimal mungkin. Karena hal negatif juga tidak baik toh? Jadi be mindful dalam menanggapinya.
———————————————————————————————————————- Sekian share dari penulis, agak panjang kali ini. Karena bicara fakta dan suatu kebenaran itu gak ada abisnya. Share kali ini mungkin sedikit yah menyinggung hal Buddhist. Tapi banyak unsur Buddhisme menginfluasi tiap tulisan di post ini, melalui pikiran penulis.
Mengambil keputusan itu harus cerdik dan gak boleh asal. Menanggapi hal juga demikian. Setiap orang berbeda begitu pula sudut pandang mereka. Jadi kita harus bisa membuat semua perbedaan itu menjadi kesatuan yang selaras dan damai.
Terima kasih atas waktunya membaca post yang panjaang ini, semoga bermanfaat! Dan jangan ragu untuk share pemikiran pembaca! Penulis mohon maaf bila ada salah kata .
Namo Buddhaya!
Penilaian dengan melihat hal negatif adalah tindakan bodoh, lihatlah suatu hal dengan positif maka pandangan itu adalah positif dan baik adanya. — Ans
Di dunia ada jutaan pikiran dan tindakan. Jadi bijaksanalah dalam melaksanakan sesuatu tanpa menyinggung. — Anz
Manusia pasti akan mengalami 4 siklus kehidupan.
Lahir - Sakit - Tua - Meninggal
— Buddha
All is Well
Semua baik-baik saja